Departemen Keuangan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Anggaran

Surat Utang :
Obligasi Negara Jadi Acuan
Perencanaan Anggaran - 4/30/2007 9:34:46 AM
Back

JAKARTA, KOMPAS - Departemen Keuangan menetapkan, tingkat imbal hasil atau yield Surat Utang Negara seri FR 0041 akan menjadi acuan bagi penetapan diskonto Surat Perbendaharaan Negara.

Hal ini dilakukan karena satu-satunya Surat Utang Negara (SUN) yang jatuh tempo dalam jangka waktu mendekati setahun hanya FR 0041.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Minggu (29/4).

Menurut Rahmat, diskonto Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang digunakan dalam penerbitan akan dihitung dari rata-rata diskonto yang ditawarkan oleh 18 dealer utama dalam lelang pada Mei 2007.

Besaran diskonto SPN akan ditetapkan setelah memperhitungkan jumlah dana yang akan diserap oleh pemerintah.

"Dealer utama tersebut akan memperhitungkan pergerakan yield FR0041 dan market outlook (kecenderungan pergerakan harga SPN di masa mendatang, apakah harganya turun atau naik)," ujarnya.

Perbankan Tidak Tertarik

Penerbitan perdana SUN seri FR 0041 dilakukan 12 Oktober 2006 dan akan jatuh tempo 15 November 2008. Yield FR0041 hingga 29 April 2007 mencapai 7,7 persen.

Saat ini kupon yang diberikan pemerintah bagi seluruh investor pemilik FR0041 mencapai 9,25 persen dengan jumlah pokok 1,1 triliun.

Penerbitan SPN perdana sempat mundur dari jadwal awal yang ditetapkan 24 April 2007 karena masih ada perbedaan pendapat antara Ditjen Pajak dan Ditjen Pengelolaan Utang tentang pengenaan Pajak Penghasilan.

Ada dua aturan teknis lagi yang harus diterbitkan sebelum SPN dilelang, yakni Peraturan Menteri Keuangan dan Surat Edaran Bank Indonesia.

Sementara itu, pengamat pasar modal Paulus Nurwandono mengatakan jika Diskonto SPN ditetapkan 7,7 pesen, perbankan tidak akan tertarik menyimpan dananya di SPN.

Hal tersebut disebabkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) lebih menarik, yakni mencapai 9 persen. Apalagi, ekspektasi SBI hingga akhir tahun belum tentu serendah 7,7 persen.

(Kompas / 30 April 2007)