Penyusunan RKA-K/L TA 2015 Untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
Kesekretariatan - 9/30/2014 6:18:34 PM
"Acara sosialisasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan konstitusi dalam rangka penyusunan Keppres tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat", ungkap Dwi Pudjiastuti Handayani
 

 
Nota Keuangan dan RAPBN 2015
Kesekretariatan
Tahun 2015 merupakan tahun awal pelaksanaan RPJMN ketiga (2015-2019). Berlandaskan pada pelaksanaan, pencapaian, dan keberlanjutan RPJMN kedua (2009-2014), RPJMN ketiga tersebut difokuskan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas serta kemampuan ilmu dan teknologi yang terus meningkat. Dengan berbasis tujuan tersebut, serta dengan memperhatikan tantangan yang mungkin dihadapi, baik domestik maupun global, maka disusun perencanaan pembangunan tahunan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP.
 

 

 
 
 
Maksimalkan Penyerapan APBN
Dana Efisiensi Direalokasikan ke Program Lain
Perencanaan Anggaran
Printable View

JAKARTA - Guna memaksimalkan penyerapan di setiap kementerian atau lembaga (K/L), Kementerian Keuangan mengusulkan agar dana efisiensi dapat direalokasikan pada tahun anggaran yang sama.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengusulkan agar dana hasil penghematan bisa direalokasi untuk program atau proyek lain pada tahun anggaran yang sama, dengan demikian dia menilai akan dana akan terserap lebih optimal.

"Akan lebih baik kalau dana hasil penghematan yang tidak terserap bisa dieksekusi, mungkin pada Oktober. Dengan begitu, dana bisa terealisasi secara lebih optimal," ungkap Agus di ruang rapat Panitia Anggaran DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Lebih lanjut Agus menjelaskan jika realisasi akan meningkat, karena salah satu penyebab penyerapan tidak optimal disinyalir adalah adanya efisiensi. "Dengan begitu, diharapkan realisasi penyerapan anggaran bisa meningkat karena salah satu penyebab penyerapan yang tidak optimal adalah adanya efisiensi," tambahnya.

Agus memaparkan jika kondisi penyerapan anggaran negara pada umumnya memiliki pola yang spadan, yaitu menonjol pada kuartal IV. "Pada 2010, penyerapan anggaran pada kuartal IV saja mencapai 44 persen.di tahun 2005 penyerapan anggaran pada kuartal IV mencapai 50 persen," tandasnya.

Sekedar informasi Untuk realisasi penyerapan anggaran di 2010 adalah sebesar Rp 1.053,4 triliun (93,5 persen). Sementara pada 2009, kondisi penyerapan lebih baik secara persentase yaitu sebesar 95,3 persen meskipun secara nominal lebih rendah yaitu Rp 954 triliun.

Adapun realisasi penyerapan anggaran paling tinggi terjadi di Kementerian Perhubungan adalah sebesar Rp 15,89 triliun dari pagu Rp 17,89 triliun. Sementara Kementerian Pekerjaan Umum menyerap anggaran sebesar Rp 33,4 triliun atau 94,98 persen dari pagu.(wdi)

http://economy.okezone.com


 
 
                   
Copyright 2005 Direktorat Jenderal Anggaran
Jalan Dr. Wahidin No. 1 Gedung Sutikno Slamet Lantai 4 Jakarta Pusat 10710
users online
Website ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Pusat Informasi dan Teknologi Keuangan untuk Direktorat Jenderal Anggaran












// -->