Diskusi dan Bedah buku Praktik Penyusunan APBN di Indonesia
Kesekretariatan - 7/21/2014 2:20:08 PM
Anny Ratnawati, Wakil Menteri Keuangan I, berkesempatan untuk membuka acara yang diselenggarakan di Ballroom Dhanapala pada hari Selasa (15/7). Ia mengharapkan dengan adanya perubahan-perubahan besar tersebut dapat dimaknai untuk mewujudkan pembahasan APBN tahun 2015 menjadi lebih baik dari sisi good governance, transparansi, dan akuntabilitas.
 

 
Program dan Alokasi Anggaran Bantuan Sosial Tahun 2014 dan Realisasinya
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Bantuan Sosial didefinisikan sebagai pengeluaran berupa transfer uang, barang, atau jasa yang diberikan oleh Pemerintah Pusat/Daerah kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial, meningkatkan kemampuan ekonomi dan/atau kesejahteraan masyarakat
 

 

 
 
 
Maksimalkan Penyerapan APBN
Dana Efisiensi Direalokasikan ke Program Lain
Perencanaan Anggaran
Printable View

JAKARTA - Guna memaksimalkan penyerapan di setiap kementerian atau lembaga (K/L), Kementerian Keuangan mengusulkan agar dana efisiensi dapat direalokasikan pada tahun anggaran yang sama.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengusulkan agar dana hasil penghematan bisa direalokasi untuk program atau proyek lain pada tahun anggaran yang sama, dengan demikian dia menilai akan dana akan terserap lebih optimal.

"Akan lebih baik kalau dana hasil penghematan yang tidak terserap bisa dieksekusi, mungkin pada Oktober. Dengan begitu, dana bisa terealisasi secara lebih optimal," ungkap Agus di ruang rapat Panitia Anggaran DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Lebih lanjut Agus menjelaskan jika realisasi akan meningkat, karena salah satu penyebab penyerapan tidak optimal disinyalir adalah adanya efisiensi. "Dengan begitu, diharapkan realisasi penyerapan anggaran bisa meningkat karena salah satu penyebab penyerapan yang tidak optimal adalah adanya efisiensi," tambahnya.

Agus memaparkan jika kondisi penyerapan anggaran negara pada umumnya memiliki pola yang spadan, yaitu menonjol pada kuartal IV. "Pada 2010, penyerapan anggaran pada kuartal IV saja mencapai 44 persen.di tahun 2005 penyerapan anggaran pada kuartal IV mencapai 50 persen," tandasnya.

Sekedar informasi Untuk realisasi penyerapan anggaran di 2010 adalah sebesar Rp 1.053,4 triliun (93,5 persen). Sementara pada 2009, kondisi penyerapan lebih baik secara persentase yaitu sebesar 95,3 persen meskipun secara nominal lebih rendah yaitu Rp 954 triliun.

Adapun realisasi penyerapan anggaran paling tinggi terjadi di Kementerian Perhubungan adalah sebesar Rp 15,89 triliun dari pagu Rp 17,89 triliun. Sementara Kementerian Pekerjaan Umum menyerap anggaran sebesar Rp 33,4 triliun atau 94,98 persen dari pagu.(wdi)

http://economy.okezone.com


 
 
                   
Copyright 2005 Direktorat Jenderal Anggaran
Jalan Dr. Wahidin No. 1 Gedung Sutikno Slamet Lantai 4 Jakarta Pusat 10710
users online
Website ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Pusat Informasi dan Teknologi Keuangan untuk Direktorat Jenderal Anggaran












// -->