Meningkatkan Kualitas Analisis Laporan Keuangan
Kesekretariatan - 9/17/2014 4:24:19 PM
Mengetahui dasar-dasar akuntansi dalam rangka menganalisis laporan keuangan sangat berguna dalam penyelesaian pekerjaan. Diharapkan output workshop tersebut sejalan dengan keinginan pimpinan DJA
 

 
Nota Keuangan dan RAPBN 2015
Kesekretariatan
Tahun 2015 merupakan tahun awal pelaksanaan RPJMN ketiga (2015-2019). Berlandaskan pada pelaksanaan, pencapaian, dan keberlanjutan RPJMN kedua (2009-2014), RPJMN ketiga tersebut difokuskan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas serta kemampuan ilmu dan teknologi yang terus meningkat. Dengan berbasis tujuan tersebut, serta dengan memperhatikan tantangan yang mungkin dihadapi, baik domestik maupun global, maka disusun perencanaan pembangunan tahunan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP.
 

 

 
 
 
Penjualan Karbon Dikaji Masuk PNBP
Penerimaan Negara Bukan Pajak
Printable View

JAKARTA (SINDO)-Kementerian Kehutanan dan Kementerian Keuangan mengkaji kemungkinan masuknya pendapatan sekitar 20% dari penjualan karbon di wilayah konsesi hutan milik swasta dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Dari penjualan karbon di areal konsesinya, swasta akan memperoleh sekitar 60% dan sisanya masuk dalam kas daerah,”kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian kehutanan Hadi Daryanto di Jakarta kemarin. Menteri keuangan, kata Hadi, telah meminta Kementerian Kehutanan untuk membuat draf teknis tentang perdagangan karbon.

Sementara itu, pihaknya juga telah membuat draf untuk membentuk badan registrasi nasional yang akan mencatat transaksi karbon. Berkaitan PNBP, Hadi mengakui bahwa memang belum ada peraturan pemerintah tentang PNBP karbon. Meski demikian, Kementerian Kehutanan sudah menyurati Kementerian Keuangan untuk menerapkan PNBP karbon, termasuk merevisi tarif jasa lingkungan, PSDH,dana reboisasi,dan IHPH.

Dia mengatakan, Indonesia ingin membentuk pasar karbon sendiri, namun aturan mengenai hal itu belum ada.Apalagi, keberadaan pasar ini sangat tergantung pada permintaan dan kebutuhan. Karena itu, kata Hadi, transaksi perdagangan karbon sampai saat ini masih mengacu pada pasar karbon sukarela di Chicago,Amerika Serikat (AS).

Salah satu contoh transaksi karbon yang sudah pernah terjadi adalah ketika perusahaan keuangan dunia Merrill Lynch membeli karbon dari Aceh melalui Carbon Conservation. Pada peluncuran cagar karbon di Semenanjung Kampar seluas 15.000 hektare di kawasan HTI yang dikelola PT Putra Riau Perkasa (PRP) di Riau,

Sustainability Managing Director Asia Pulp & Paper (APP) Aida Greenbury mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Carbon Conservatioan akan mendukung anak perusahaannya membangun cagar karbon ini menjadi proyek pertama di dunia yang didanai swasta. Beberapa kajian telah dilaksanakan atas Kampar Carbon Reserve dan hasilnya meyakinkan APP bahwa wilayah di daerah kubah gambut Semenanjung Kampar ini merupakan wilayah yang unik dan perlu dilestarikan. (ant)

www.seputar-indonesia.com


 
 
                   
Copyright © 2005 Direktorat Jenderal Anggaran
Jalan Dr. Wahidin No. 1 Gedung Sutikno Slamet Lantai 4 Jakarta Pusat 10710
users online
Website ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Pusat Informasi dan Teknologi Keuangan untuk Direktorat Jenderal Anggaran












// -->