Penyusunan RKA-K/L TA 2015 Untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
Kesekretariatan - 9/30/2014 6:18:34 PM
"Acara sosialisasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan konstitusi dalam rangka penyusunan Keppres tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat", ungkap Dwi Pudjiastuti Handayani
 

 
Nota Keuangan dan RAPBN 2015
Kesekretariatan
Tahun 2015 merupakan tahun awal pelaksanaan RPJMN ketiga (2015-2019). Berlandaskan pada pelaksanaan, pencapaian, dan keberlanjutan RPJMN kedua (2009-2014), RPJMN ketiga tersebut difokuskan untuk lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas serta kemampuan ilmu dan teknologi yang terus meningkat. Dengan berbasis tujuan tersebut, serta dengan memperhatikan tantangan yang mungkin dihadapi, baik domestik maupun global, maka disusun perencanaan pembangunan tahunan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP.
 

 

 
 
 
BANK MANDIRI BENAHI Rp. 12 TRILIUN NPL
Kesekretariatan
Printable View

Bank Mandiri menargetkan restrukturisasi & penagihan kredit bermasalah sekitar Rp. 12 triliun, untuk mencapai target kredit bermasalah atau NPL bersih 5 persen pada akhir 2007 dari saat ini 26 persen. Perseroan juga akan menghapus buku kredit bermasalah sebesar Rp. 1 triliun-Rp.3 triliun.

Di sisi lain Bank Mandiri akan meningkatkan pengucuran kredit 16-18 persen lebih tinggi dari tahun 2006. Selama setahun hingga Septermber 2006 kucuran kredit hanya naik 1,8 persen menjadi Rp. 108,8 triliun.

Dalam hal hapus buku, Bank Mandiri menargetkan Rp. 4-6 triliun dalam tiga tahun, terhitung sejak 2005. Pada 2005 perseroan telah menghapus buku Rp.1 triliun, pada 2006 sebesar Rp. 2 triliun. Adapun pada 2007 angkanya di perkirakan Rp. 1-3 triliun.

Pengurangan NPL akan lebih terlihat pada akhir tahun 2006, saat NPL net ditargetkan 11 persen, sedangkan NPL bruto (sebelum dikurangi penyisihan pencadangan aktiva produktif) sebesar 20 persen. Untuk itu, sampai akhir 2006 ditargetkan untuk merestrukturisasi & menagih Rp. 10 triliun kredit bermasalah.

Pada minggu kedua, Bank Mandiri memberikan waktu kepada PT. Kiani Kertas hingga Minggu kedua November untuk melakukan pembayaran atas terjadinya wanprestasi. Jika sampai waktu yang ditentukan itu perusahaan bubur kertas tersebut belum membayar, proses pencarian investor untuk menyelamatkan kredit Kiani akan diserahkan pihak Bank Mandiri.

Kiani Kertas termasuk dalam golongan debitor besar Bank Mandiri dengan nilai kredit Rp. 1,87 triliun kredit bermasalah dengan kategori kolektibilitas lima (macet) & berkriteria belum memiliki itikad baik per maret 2006.


 
 
                   
Copyright 2005 Direktorat Jenderal Anggaran
Jalan Dr. Wahidin No. 1 Gedung Sutikno Slamet Lantai 4 Jakarta Pusat 10710
users online
Website ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Pusat Informasi dan Teknologi Keuangan untuk Direktorat Jenderal Anggaran












// -->