Penetapan Sasaran Kinerja Pegawai di Direktorat Jenderal Anggaran
Kesekretariatan - 1/30/2015 5:16:10 PM
Dalam rangka memenuhi Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil, pada hari ini (Jum'at, 30/1) telah dilaksanakan penandatanganan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) seluruh pejabat dan staf di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA)
 

 
Penundaan/Moratorium Pembangunan Gedung Kantor Kementerian Negara/Lembaga
Kesekretariatan
Menteri Keuangan melalui S-841/MK.02/2014 tanggal 16 Desember 2014 hal Penundaan/Moratorium Pembangunan Gedung Kantor Kementerian Negara/Lembaga meminta K/L agar menunda pembangunan gedung kantor baru pemerintah yang dimulai tahun 2015. Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam Sidang Kabinet tanggal 3 Desember 2014.
 

 

 
 
 
BANK MANDIRI BENAHI Rp. 12 TRILIUN NPL
Kesekretariatan
Printable View

Bank Mandiri menargetkan restrukturisasi & penagihan kredit bermasalah sekitar Rp. 12 triliun, untuk mencapai target kredit bermasalah atau NPL bersih 5 persen pada akhir 2007 dari saat ini 26 persen. Perseroan juga akan menghapus buku kredit bermasalah sebesar Rp. 1 triliun-Rp.3 triliun.

Di sisi lain Bank Mandiri akan meningkatkan pengucuran kredit 16-18 persen lebih tinggi dari tahun 2006. Selama setahun hingga Septermber 2006 kucuran kredit hanya naik 1,8 persen menjadi Rp. 108,8 triliun.

Dalam hal hapus buku, Bank Mandiri menargetkan Rp. 4-6 triliun dalam tiga tahun, terhitung sejak 2005. Pada 2005 perseroan telah menghapus buku Rp.1 triliun, pada 2006 sebesar Rp. 2 triliun. Adapun pada 2007 angkanya di perkirakan Rp. 1-3 triliun.

Pengurangan NPL akan lebih terlihat pada akhir tahun 2006, saat NPL net ditargetkan 11 persen, sedangkan NPL bruto (sebelum dikurangi penyisihan pencadangan aktiva produktif) sebesar 20 persen. Untuk itu, sampai akhir 2006 ditargetkan untuk merestrukturisasi & menagih Rp. 10 triliun kredit bermasalah.

Pada minggu kedua, Bank Mandiri memberikan waktu kepada PT. Kiani Kertas hingga Minggu kedua November untuk melakukan pembayaran atas terjadinya wanprestasi. Jika sampai waktu yang ditentukan itu perusahaan bubur kertas tersebut belum membayar, proses pencarian investor untuk menyelamatkan kredit Kiani akan diserahkan pihak Bank Mandiri.

Kiani Kertas termasuk dalam golongan debitor besar Bank Mandiri dengan nilai kredit Rp. 1,87 triliun kredit bermasalah dengan kategori kolektibilitas lima (macet) & berkriteria belum memiliki itikad baik per maret 2006.


 
 
                   
Copyright 2005 Direktorat Jenderal Anggaran
Jalan Dr. Wahidin No. 1 Gedung Sutikno Slamet Lantai 4 Jakarta Pusat 10710
users online
Website ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Pusat Informasi dan Teknologi Keuangan untuk Direktorat Jenderal Anggaran












// -->