Diskusi dan Bedah buku Praktik Penyusunan APBN di Indonesia
Kesekretariatan - 7/21/2014 2:20:08 PM
Anny Ratnawati, Wakil Menteri Keuangan I, berkesempatan untuk membuka acara yang diselenggarakan di Ballroom Dhanapala pada hari Selasa (15/7). Ia mengharapkan dengan adanya perubahan-perubahan besar tersebut dapat dimaknai untuk mewujudkan pembahasan APBN tahun 2015 menjadi lebih baik dari sisi good governance, transparansi, dan akuntabilitas.
 

 
Program dan Alokasi Anggaran Bantuan Sosial Tahun 2014 dan Realisasinya
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Bantuan Sosial didefinisikan sebagai pengeluaran berupa transfer uang, barang, atau jasa yang diberikan oleh Pemerintah Pusat/Daerah kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial, meningkatkan kemampuan ekonomi dan/atau kesejahteraan masyarakat
 

 

 
 
 
Laporan Pemerintah Tentang Pelaksanaan APBN Smt. I TA 2009
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Printable View

Memasuki tahun 2009, efek lanjutan dari pelemahan ekonomi global semakin dirasakan di tanah air. Seiring dengan meningkatnya intensitas krisis keuangan global di tahun 2008 pertumbuhan ekonomi di beberapa negara maju, khususnya Amerika Serikat (AS) sebagai episentrum krisis, mengalami penurunan tajam. Penurunan tersebut secara signifikan menyebabkan volume perdagangan dunia mengalami kontraksi. Setelah mengalami ekspansi rata-rata 8,1 persen selama 5 tahun terakhir, pada tahun 2008 pertumbuhan volume perdagangan dunia menurun tajam menjadi 4,1 persen. Indikasi merosotnya volume perdagangan dunia ini antara lain tercermin dari penurunan tajam Baltic Dry Index yang merupakan barometer volume perdagangan dunia. Pada tahun 2009 diperkirakan volume perdagangan dunia akan mengalami tingkat kontraksi yang lebih dalam yaitu minus 11,0 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan juga mengalami kontraksi sebesar 1,3 persen pada tahun 2009. Bagi Indonesia dampak negatifnya langsung tercermin dari penurunan atau perlambatan pertumbuhan perdagangan dan investasi. Namun dengan fundamental ekonomi yang kuat, kinerja perekonomian nasional tidak sampai mengalami pertumbuhan negatif seperti halnya sebagian besar negara di dunia.

{Selengkapnya : Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester Pertama TA 2009, file dalam bentuk Portable Document Format (pdf)}.
Download File : Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Semester Pertama Tahun Anggaran 2009

Ringkasan Isi File :

BAB I : PERKEMBANGAN EKONOMI SEMESTER I DAN PROGNOSIS SEMESTER II TAHUN 2009
1.1 Pendahuluan
1.2 Perkembangan Indikator Ekonomi Makro Semester I Tahun 2009
1.3 Prognosis Ekonomi Indonesia Semester II 2009

BAB II : PERKEMBANGAN ANGGARAN PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH SEMESTER I DAN PROGNOSIS SEMESTER II TAHUN 2009
2.1 Pendahuluan
2.2 Perkembangan Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah dalam Semester I Tahun 2009
2.3 Prognosis Pendapatan Negara dan Hibah dalam Semester II Tahun 2009

BAB III : PERKEMBANGAN REALISASI BELANJA PEMERINTAH PUSAT SEMESTER I DAN PROGNOSIS SEMESTER II TAHUN 2009
3.1 Pendahuluan
3.2 Perkembangan Realisasi Belanja Pemerintah Pusat dalam Semester I Tahun 2009
3.3 Prognosis Anggaran Belanja Pemerintah Pusat dalam Semester II Tahun 2009

BAB IV PERKEMBANGAN TRANSFER KE DAERAH SEMESTER I DAN PROGNOSIS SEMESTER II TAHUN 2009
4.1 Pendahuluan

BAB V PERKEMBANGAN DEFISIT DAN PEMBIAYAAN ANGGARAN SEMESTER I DAN PROGNOSIS SEMESTER II TAHUN 2009
5.1 Pendahuluan
5.2 Perkembangan Realisasi Defisit Anggaran dalam Semester I 2009
5.3 Perkembangan Realisasi Pembiayaan Non-Utang dalam Semester I 2009
5.4 Perkembangan Realisasi Pembiayaan Utang dalam Semester I 2009
5.5 Perkembangan Pengelolaan Utang Semester I 2009
5.6 Prognosis Defisit dan Pembiayaan Anggaran dalam Semester II 2009


 
 
                   
Copyright 2005 Direktorat Jenderal Anggaran
Jalan Dr. Wahidin No. 1 Gedung Sutikno Slamet Lantai 4 Jakarta Pusat 10710
users online
Website ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Pusat Informasi dan Teknologi Keuangan untuk Direktorat Jenderal Anggaran












// -->