Nota Keuangan APBN Perubahan 2010
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara - 16/08/2010 21:41:21
Ekonomi global pada tahun 2009 mengalami perlambatan sebagai akibat krisis keuangan global yang merebak sejak pertengahan tahun 2007. Banyak negara di berbagai kawasan yang terkena dampak krisis tersebut, sehingga mengalami pertumbuhan negatif selama dua triwulan pertama 2009 berturut-turut ...
 

 
Manfaat Standar Kompetensi Jabatan
Kesekretariatan - 25/08/2010 15:19:00
Untuk mensosialisasikan Standar Kompetensi Jabatan di lingkungan Ditjen Anggaran kepada seluruh pejabat/pegawai Ditjen Anggaran, website ini akan menayangkan artikel tentang Standar Kompetensi Jabatan di lingkungan Ditjen Anggaran. Berikut adalah artikel kedua dari empat artikel.
 

 

 
 
 
NOTA KEUANGAN DAN RAPBN TA 2008 plus Pidato
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara - 16/08/2007 10:54:10
Printable View


- Pidato Kenegaraan Presiden RI dan Keterangan Pemerintah

- Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2008

- Rancangan Undang-Undang RI Nomor 00 Tahun 2007 Tentang APBN Tahun Anggaran 2008

Perhitungan besaran-besaran RAPBN 2008 dihitung berdasarkan asumsi dasar ekonomi makro yang diperkirakan akan terjadi pada tahun tersebut. Asumsi-asumsi dasar ekonomi makro tersebut adalah:
  1. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 6,8 persen, lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN maupun RAPBN-P 2007. Pertumbuhan ekonomi tahun 2008 diperkirakan dapat meningkat lebih tinggi karena mengalami perbaikan baik dari sisi permintaan agregat, maupun dari sisi penawaran. Dari sisi permintaan agregat, pertumbuhan ekonomi tersebut diperkirakan bersumber dari membaiknya konsumsi masyarakat, meningkatnya kegiatan investasi dari sektor swasta dan belanja modal pemerintah, serta meningkatnya ekspor karena membaiknya stabilitas perekonomian. Sebaliknya dari sisi penawaran agregat, pertumbuhan ekonomi akan sangat dipengaruhi oleh berbagai upaya pembenahan di sektor riil dan kemajuan dalam pembangunan infrastruktur;

  2. Laju inflasi sebesar 6,0 persen membaik dibanding tahun sebelumnya. Koordinasi yang baik dan harmonisasi kebijakan antara Bank Indonesia dan Pemerintah akan menjadikan sasaran inflasi lebih kredibel. Disamping kehati-hatian Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan moneternya serta kestabilan nilai tukar rupiah, kegiatan perekonomian yang semakin meningkat diperkirakan masih dapat diimbangi dari sisi produksi seiring dengan membaiknya investasi. Akibatnya, tekanan harga dari sisi permintaan dan penawaran tidak memberikan tekanan terhadap harga barang-barang secara keseluruhan. Sementara itu, produksi pangan yang meningkat diiringi oleh manajemen pasokan yang efektif diperkirakan mendorong penurunan inflasi kelompok volatile foods;

  3. Rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika diperkirakan sebesar Rp9.100/US$. Dari sisi fundamental, Neraca Pembayaran Indonesia akan tetap mencatat surplus yang berpotensi meningkatkan cadangan devisa. Cadangan devisa yang meningkat berpengaruh positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah;

  4. Sejalan dengan menurunnya inflasi dan nilai tukar yang stabil, maka ada ruang untuk menurunkan tingkat bunga ke tingkat yang lebih rendah secara bertahap dan hati-hati. Rata-rata suku bunga SBI 3 bulan diperkirakan sebesar 7,5 persen;

  5. Rata-rata harga minyak mentahIndonesia (ICP) di pasar internasional sebesar US$60 per barel. Harga ini sama dengan perkiraan realisasi rata-rata harga minyak ICP dalam tahun 2007; dan

  6. Dalam tahun 2008, lifting minyak mentah Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 1,034 juta barel per hari.


 
 
                   
Copyright © 2005 Direktorat Jenderal Anggaran
Jalan Dr. Wahidin No. 1 Gedung Sutikno Slamet Lantai 4 Jakarta Pusat 10710
users online
Website ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Pusat Informasi dan Teknologi Keuangan untuk Direktorat Jenderal Anggaran