Bahan Workshop Penyesuaian Angka Dasar TA 2019 dalam rangka Penyusunan Pagu Indikatif TA 2019 dapat di-unduh di sini




Suka Duka Penelaahan RKA-K/L





Jakarta - Sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan publik masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L) menyusun Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga (RKA-KL) yang berlaku untuk satu tahun anggaran. RKA-KL Tahun 2013 telah ditelaah oleh penelaah dari Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) bersama penelaah dari masing-masing K/L pada tanggal 30 Oktober - 8 November 2012.

Dalam praktiknya, ditemukan berbagai permasalahan maupun kendala dalam proses penelaahan RKA-KL yang harus dihadapi para penelaah. Untuk mengetahui lebih dalam permasalahan dan suka duka para penelaah, Dirjen Anggaran mengumpulkan seluruh penelaah DJA di Auditorium Dhanapala (11/12). Acara ini dihadiri oleh para pejabat maupun pegawai yang terlibat dalam proses penelaahan.

Untuk penelaahan tahun 2012 berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.02/2012 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara / Lembaga. Penelaahan dilaksanakan dengan memperhatikan kesesuaian detil kegiatan yang dilaksanakan dengan output kegiatan dan sasaran program, kesesuaian besaran komponen input kegiatan dan output kegiatan dengan Standar Biaya (SB) yang terdiri dari Standar Biaya Masukan (SBM) dan Standar Biaya Keluaran (SBK) dan data dukung lainnya (konsep penganggaran berbasis kinerja).

Secara umum, keluhan dari para penelaah adalah ketidaksesuaian antara waktu penelahan dengan dokumen yang harus mereka teliti. Penelaahan juga tidak efektif untuk K/L yang terlambat menyampaikan RKA-KL sehingga dilematis bagi penelaah untuk tetap ditelaah atau diblokir. Dari hasil evaluasi selama ini penyebab pemblokiran itu adalah masalah-masalah administratif yaitu TOR dan RAB yang belum lengkap.

Penelaahan itu menentukan alokasi anggaran untuk membiayai kegiatan masing-masing K/L selama satu tahun. Kualitas RKA-KL sangat ditentukan oleh kemampuan penelaah-penelaah dari DJA maupun dari K/L. Sejauh ini, DJA lebih banyak menjalankan fungsi administrator daripada fungsi bugdet analysis. Kedepannya diharapkan DJA berfungsi sebagai bugdet analysis, demi mencapai tujuan itu perlu adanya perbaikan sistem maupun prosedur penelaahan di tubuh DJA, demikian arahan Sekretaris Ditjen Anggaran, Ari Wahyuni.

Di akhir acara Direktur Jenderal Anggaran Herry Purnomo menghimbau untuk bersama-sama mewujudkan pelaksanaan penelaahan secara online sehingga kendala-kendala yang selama ini muncul dapat diminimalisir. Penelaahan tidak hanya terkait masalah teknis saja tetapi juga masalah interpersonal sehingga perlu didesain training negosiasi yang aplikatif untuk para penelaah.
(RW)

17/12/2012 8:11:38




Liputan


BGTC Batam : APBN #UangKita dari kita untuk kita



Sosialisasi PMK Monev Penggunaan Dana BUN



Pembiayaan Anggaran, Bukan Sekedar Defisit dan Utang



Mahasiswa FISIP UMM Pelajari Proses Penyusunan APBN



ADBI Workshop 2018 : Designing Effective Social Health Security System



SOSIALISASI PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 214/PMK.02/2017



Internalisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.02/2017



Kerjasama Pengelolaan Gaji dan Tunjangan Kinerja Pegawai DJA



DJA Perkenalkan APBN Pada Kunjungan SMPN 1 Kota Bogor



"best effort untuk kinerja yang lebih tinggi"



sosialisasi peraturan menteri keuangan nomor 193/pmk.02/2017



EFEKTIVITAS PROGRAM-PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL



Efisiensi dan Efektivitas Pembangunan Infrastruktur



Jurnal Sistem Penganggaran Sektor Publik Volume 2, Tahun 2017



Jurnal Sistem Penganggaran Sektor Publik Volume 1, Tahun 2017






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011