Jumat, 28 Agustus 2015

Nota Keuangan dan RAPBN 2016, Rancangan Undang-Undang APBN 2016 , Pemandangan Umum DPR RI tentang Nota Keuangan dan RAPBN 2016, serta Pedoman Pengerjaan Jawaban Pemerintah dan Himpunan RKA-K/L TA 2016




Mengamankan Pelaksanaan APBN 2012




Kebijakan pemotongan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dilakukan Pemerintah. Kebijakan ini dilakukan untuk mengamankan pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2012. Pemerintah memotong anggaran belanja K/L Tahun Anggaran 2012 sebesar Rp.18,91 triliun. Langkah ini diambil setelah sebelumnya dilakukan pembahasan secara intensif dalam rapat kabinet terbatas dengan Presiden dan Wakil Presiden. Besaran pemotongan anggaran belanja masing-masing K/L telah diusulkan Pemerintah kepada DPR RI melalui Nota Keuangan dan RAPBN-P Tahun Anggaran 2012.

Pemotongan anggaran belanja seluruh K/L dimaksudkan sebagai sharing the pain. Kriteria pemotongan adalah pemotongan hanya dilakukan untuk kegiatan yang bersumber dari rupiah murni (RM); besaran pemotongan belanja masing-masing K/L didasarkan atas kinerja daya serap anggaran selama 3 tahun terakhir (2009-2011); tidak mengurangi biaya tetap berupa belanja pegawai dan belanja barang operasional penyelenggaraan kantor; tetap menjaga terpenuhinya kebutuhan belanja barang non operasional dan belanja modal dalam rangka pencapaian output/outcome dari program/kegiatan prioritas nasional; mengoptimalkan pagu belanja barang non operasional non prioritas dan belanja pegawai transito sebagai sumber pemenuhan pemotongan pagu K/L, meliputi: (i) belanja pegawai transito; (ii) belanja barang non operasional selain yang diperuntukkan bagi kegiatan prioritas nasional, yakni belanja barang non operasional lainnya; (iii) honorarium melekat pada output; (iv) belanja jasa konsultan; (v) belanja jasa profesi; (vi) belanja jasa lainnya; (vii) belanja perjalanan dinas lainnya dalam negeri; (viii) dan/atau belanja perjalanan dinas lainnya luar negeri.

Selanjutnya, Menteri Keuangan dalam surat yang disampaikan kepada seluruh K/L meminta seluruh Menteri/Pimpinan Lembaga melakukan pemblokiran mandiri (self blocking) atas Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) masing-masing satuan kerja tidak mencairkan anggaran yang diblokir tersebut. Setelah RUU APBN-P ditetapkan, hasil self blocking tersebut segera disampaikan kepada Menteri Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Anggaran untuk dilakukan revisi pada SP RKA-K/L sesuai ketentuan yang berlaku.
(vd)

3/15/2012 4:39:49 PM




Liputan


Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi DJA 2015



Jawaban Pemerintah Atas Pemandangan Umum DPR RI Terhadap RUU APBN 2016



Pameran Foto, Poster, dan Tagline DJA Anti-Korupsi



Kompetisi Inovasi Direktorat Jenderal Anggaran Tahun 2015



Pemandangan Umum DPR RI Tentang Nota Keuangan dan RAPBN T.A. 2016



Peresmian Pojok Transformasi DJA



Overview Transformasi Kelembagaan DJA



Nota Keuangan dan RAPBN 2016



Artikel : Perbandingan Komponen dan Struktur Pajak



Koordinasi Gugus Tugas Pembangunan Kapasitas K/L di Bidang Penganggaran



DJA Luncurkan Buku Pedoman Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaksanaan APBN



Surat Menkeu Ingatkan Pengelolaan PNBP



Memahami Gratifikasi



Penyerahan Bingkisan Lebaran DJA 2015



Penyelesaian RKA-K/L Pagu Anggaran TA 2016






 



Statistik Website




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011