Klik di sini untuk mengunduh Materi Workshop Aplikasi Penataan ADIK TA 2017 (DJA, 11-13 Mei 2016)




Mengamankan Pelaksanaan APBN 2012




Kebijakan pemotongan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dilakukan Pemerintah. Kebijakan ini dilakukan untuk mengamankan pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2012. Pemerintah memotong anggaran belanja K/L Tahun Anggaran 2012 sebesar Rp.18,91 triliun. Langkah ini diambil setelah sebelumnya dilakukan pembahasan secara intensif dalam rapat kabinet terbatas dengan Presiden dan Wakil Presiden. Besaran pemotongan anggaran belanja masing-masing K/L telah diusulkan Pemerintah kepada DPR RI melalui Nota Keuangan dan RAPBN-P Tahun Anggaran 2012.

Pemotongan anggaran belanja seluruh K/L dimaksudkan sebagai sharing the pain. Kriteria pemotongan adalah pemotongan hanya dilakukan untuk kegiatan yang bersumber dari rupiah murni (RM); besaran pemotongan belanja masing-masing K/L didasarkan atas kinerja daya serap anggaran selama 3 tahun terakhir (2009-2011); tidak mengurangi biaya tetap berupa belanja pegawai dan belanja barang operasional penyelenggaraan kantor; tetap menjaga terpenuhinya kebutuhan belanja barang non operasional dan belanja modal dalam rangka pencapaian output/outcome dari program/kegiatan prioritas nasional; mengoptimalkan pagu belanja barang non operasional non prioritas dan belanja pegawai transito sebagai sumber pemenuhan pemotongan pagu K/L, meliputi: (i) belanja pegawai transito; (ii) belanja barang non operasional selain yang diperuntukkan bagi kegiatan prioritas nasional, yakni belanja barang non operasional lainnya; (iii) honorarium melekat pada output; (iv) belanja jasa konsultan; (v) belanja jasa profesi; (vi) belanja jasa lainnya; (vii) belanja perjalanan dinas lainnya dalam negeri; (viii) dan/atau belanja perjalanan dinas lainnya luar negeri.

Selanjutnya, Menteri Keuangan dalam surat yang disampaikan kepada seluruh K/L meminta seluruh Menteri/Pimpinan Lembaga melakukan pemblokiran mandiri (self blocking) atas Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) masing-masing satuan kerja tidak mencairkan anggaran yang diblokir tersebut. Setelah RUU APBN-P ditetapkan, hasil self blocking tersebut segera disampaikan kepada Menteri Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Anggaran untuk dilakukan revisi pada SP RKA-K/L sesuai ketentuan yang berlaku.
(vd)

3/15/2012 4:39:49 PM




Liputan


Tingkatkan Pemahaman APBN, Universitas Trisakti Kunjungi DJA



Tingkatkan Pemahaman APBN, Universitas Trisakti Kunjungi DJA



Antusiasme SMK N 1 Cihampelas Pelajari Akuntansi Pemerintah



Pengukuhan Eselon III dan Eselon IV di Lingkungan DJA



Sharing Session : Implikasi Sistem Riba Dalam Perekonomian



DJA Selenggarakan Workshop Aplikasi Penataan ADIK TA 2017



DJA Menyapa Bone



Budaya Sadar Risiko Dalam Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Kemenkeu



Sosialisasi PMK Manajemen Risiko



K/L Belajar Kebijakan Penganggaran di Budget Learning Centre DJA



DJA Sampaikan Kemajuan Reformasi Penganggaran di PEMNA



Dirjen Anggaran Lantik 7 Pejabat di Lingkungan DJA



Komitmen Untuk Peningkatan Transparansi Anggaran



SIMPONI Masuk Desa



Perpanjangan Batas Waktu Penyampaian Usulan Standar Biaya Keluaran (SBK) TA 2017






 





Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011