Bahan Sosialisasi Pokok-Pokok Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-K/L dan Pengesahan DIPA dapat diunduh disini




Kuntoro : Realisasi Penyerapan Anggaran Tahun 2011 Sangat Mengecewakan




Ketua Tim Evaluasi dan Pengawasan Percepatan Penyerapan Anggaran, Kuntoro Mangkusubroto menilai realisasi penyerapan anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2011 sangat mengecewakan. Pada akhir bulan November 2011 realisasi penyerapan hanya sebesar 69 persen. Namun pada akhir tahun mencapai 87 persen, berarti dalam satu bulan ada disburse senilai hampir Rp 270 triliun, yang berarti setara dengan seperempat APBN secara keseluruhan. Angka 87 persen itupun adalah angka terkecil dibandingkan dua tahun sebelumnya. Menurutnya penyerapan anggaran pada bulan Desember 2011 dengan nilai seperempat APBN tersebut sangat janggal dan harus diteliti kejelasan penyerapan anggaran tersebut.

Hal inilah yang men-trigger Presiden membentuk Tim Evaluasi ini untuk memperbaiki kinerja penyerapan anggaran. Kuntoro menyampaikan bahwa Presiden memberikan arahan pada 20 Desember 2011 untuk melakukan percepatan penyerapan anggaran, memberikan reward and punishment, melaporkan penyerapan di bulan April, Agustus, dan November, umumkan ke Publik dibantu oleh Tim Evaluasi dan Pengawasan Percepatan Penyerapan Anggaran.

Arahan tersebut disampaikan Kuntoro di hadapan perwakilan seluruh K/L dalam acara Pertemuan Konsolidasi Langkah Strategis Percepatan Penyerapan Anggaran 2012 yang diselenggarakan Kementerian Keuangan di Ballroom Dhanapala pada Jum'at (13/01). Pertemuan mengusung tema "MENUJU OPTIMALISASI PENYERAPAN ANGGARAN DEMI MENDORONG PERCEPATAN PELAKSANAAN PROGRAM/KEGIATAN".

Selain Kuntoro, hadir pula Wakil Menteri Keuangan I Anny Ratnawati, Direktur Jenderal Anggaran Herry Purnomo, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Marwanto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Agus Suprijanto dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Mardiasmo.

Herry Purnomo menyatakan bahwa Pemerintah telah berupaya untuk mempercepat penyerapan pembukaan blokir anggaran K/L. Upaya pembukaan blokir merupakan sinergi internal K/L dan sinergi K/L dengan Kementerian Keuangan serta Pemerintah dengan DPR. Pembukaan blokir lebih banyak pada perencanaan anggaran. Menurut Herry, permasalahan blokir dikarenakan adanya proses di DPR yang membutuhkan waktu yang cukup lama , masalah ketidaklengkapan data dukung administratif, clearance untuk pengadaan tanah, reorganisasi pada K/L, dan instalasi pada Kementerian PU. "Semua permasalahan ini secara berangsur-angsur diselesaikan Pemerintah" sambung Herry.

Diakhir acara, Anny Ratnawati menyampaikan urgensi percepatan pelaksanaan anggaran Negara dan mendorong K/L untuk melakukan penyerapan anggaran yang lebih baik, meminta K/L untuk secepatnya menetapkan wakilnya sebagai penghubung dan ia juga meminta K/L untuk tidak memperlambat proses dalam pengadaan barang/jasa yang bersifat Multy Years Contract.
(GN)

13/01/2012 18:01:56




Liputan


DJA Mendengar (Menuju Penganggaran yang Efektif dan Efisien)



Kompetisi Inovasi DJA Tahun 2017



Jawaban Pemerintah Atas Pemandangan Umum DPR RI Terhadap RUU APBN 2018



Konsolidasi Undang-Undang APBNP T.A. 2017



DJA Mendengar (Untuk Pelayanan SIMPONI Yang Lebih Baik)



Undang-Undang APBNP T.A. 2017



Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPR Atas NK dan RAPBN 2018



Pedoman Jawaban Pemandangan Umum RUU APBN TA 2018



Keterangan Pers RAPBN TAHUN 2018



Advertorial RAPBN TA 2018



Pidato Presiden dalam Penyusunan RAPBN Tahun 2018



Nota Keuangan dan RAPBN 2018



SMKN 1 Cihampelas Belajar Pelaporan Keuangan Pemerintah



PEMBAHASAN PROGRES TINDAK LANJUT TEMUAN BPK



Pembahasan RUU Tentang Perubahan APBN Tahun Anggaran 2017






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011