Klik di sini untuk mengunduh Bahan Materi Workshop Reviu RKA-KL dari RKA BUN kepada APIP K/L




Aparat Pemeriksa dikumpulkan




Standar Biaya sebagai acuan perhitungan kebutuhan anggaran dalam RKA-KL masih sering menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaan belanja K/L. Permasalah yang timbul sering menjadi temuan aparat pemeriksa. Untuk mencari solusi permasalahan ini, Direktorat Jenderal Anggaran mengadakan Focus Group Discuss (FGD) dengan tema "Penyempurnaan Standar Biaya Dengan Aparat Pemeriksa". FGD di Hotel Lumire Jakarta Pusat selama dua hari, tanggal 28-29 Desember 2011. Sebanyak 72 K/L mengirimkan aparat pemeriksanya pada acara ini.

Penyamaan persepsi terhadap Standar Biaya sebagai benchmark standar audit bagi fungsional pengawas merupakan fokus kegiatan. Kepala Subdit Standar Biaya Direktorat Jenderal Anggaran, Langgeng Suwito mengatakan "Kegiatan ini hanya melibatkan unsur pengawas atau aparat pemeriksa di Kementerian Negara/Lembaga karena aparat pemeriksa di Kementerian Negara/Lembaga memiliki peran yang strategis untuk turut mengamankan, menjaga, mendorong agar pelaksanaan pengelolaan keuangan negara yang ada di Kementerian Negara/Lembaga dapat dilaksanakan sebagaimana yang telah diamanatkan oleh undang-undang nomor 17 tahun 2003. APBN harus dikelola secara tertib, taat hukum, efisien, ekonomis, efektif dengan menjaga asas keberadilan sehingga dapat mencapai tujuan pelaksanaan APBN", sambung Langgeng Suwito.

Maksud dan tujuan dari FGD untuk menyampaikan informasi mengenai standar biaya yang telah ditetapkan dalam PMK nomor 84 tahun 2011 yang berlaku untuk tahun anggaran 2012. Disamping itu, persepsi yang sama harus dibangun antara pengguna standar biaya sebagai benchmark untuk dasar audit dan DJA yang menetapkan/ memformulasikan kebijakan standar biaya. Hal ini akan meminimalisir perbedaan pendapat pada saat pelaksanaan anggaran. Selain itu, kegiatan ini juga mengharapkan dapat menjaring masukan dari K/L terkait rencana penyusunan Standar Biaya TA 2013.

Materi FGD yang paling menarik perhatian peserta adalah penjelasan standar biaya perjalanan dinas, pemeliharaan, penjelasan standar biaya pengadaan barang dan Jasa, penjelasan standar biaya honorarium dan petunjuk teknis pelaksanaan Standar Biaya Khusus.

"Setelah FGD ini akan dilakukan langkah-langkah lebih lanjut berupa proses learning and capacity building, serta langkah substantif yaitu pengembangan metode teknis untuk menghasilkan Standar Biaya yang lebih mewakili", pungkas Langgeng.
(FK-FA)


12/30/2011 3:24:45 PM




Liputan


Bimtek Penganggaran Kepada Satker Daerah



DJA Selenggarakan Bimtek Penganggaran BA BUN



Undang-Undang APBN 2017



BGTC 2016 : APBN Akurat Menuju Indonesia Sejahtera



DJA Menyapa: Sapa, Paham, Peduli



Fiscal Sustainibility and Infrastructure Financing Discussion Through PEMNA Forum



Layanan Revisi Anggaran Yang Terus Disempurnakan



DJA Selenggarakan Workshop Peran APIP dalam Penganggaran



Bimbingan Teknis Penyusunan RKA-KL dan Standar Biaya TA 2017



Sidang Paripurna Penetapan APBN 2017



Cahaya Malam: Lentera Alokasi Anggaran Bencana Alam



Rapat Kerja Badan Anggaran Dengan Pemerintah Membahas RAPBN 2017



Tahun 2016, DJA Lakukan Penyempurnaan KPJM Cukup Signifikan



Pengganti PP Jenis Dan Tarif PNBP Kementerian Pertanian Mulai Berlaku



Perbaikan Kualitas KPJM Untuk Penganggaran Yang Lebih Baik






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011