PMK No. 10 Tahun 2017 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2017 dapat diunduh disini




Dirgahayu Departemen Keuangan




Departemen Keuangan memasuki usianya yang ke 61 tahun. Tugas dan tantangan menghadang di depan. Setelah RAPBN 2008 disahkan oleh DPR bukan berarti tugas selesai. Justru tugas akan bertambah berat. Tugas besar ini adalah bagaimana mengawal ekonomi agar tumbuh. Sehingga rakyat dapat menikmati kesejahteraan. Suatu harapan yang sudah lama mereka nantikan terutama pada saat krisis ekonomi menerjang bangsa Indonesia. Departemen Keuangan tentu punya andil besar dalam menjaga semua asumsi dasar ekonomi makro dapat bekerja dengan baik.

Untuk mendukung pencapaian target-target makro ekonomi dan fiskal, sesuai dengan peta jalan Departemen Keuangan 2005 -2009 telah mempersiapkan langkah-langkah kebijakan fiskal yang akan ditempuh melalui empat fokus strategi. Pertama, fokus strategi di bidang pendapatan negara diarahkan pada pencapaian empat target yaitu optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terwujudnya keadilan dan perlindungan masyarakat, serta citra baik Depkeu terkait dengan layanan publik dalam rangka peningkatan pendapatan.

Kedua, fokus strategi belanja negara diarahkan pada peningkatan efektifitas dan efisiensi belanja negara. Peningkatan efektifitas dan efisiensi dilakukan dalam rangka mencapai lima target, yaitu efisiensi pengadaan barang dan jasa, alokasi belanja yang tepat sasaran, alokasi belanja yang berkeadilan sosial, peningkatan kualitas pelayanan, dan citra baik Depkeu dalam mengelola belanja negara.

Ketiga, fokus strategi di bidang pembiayaan anggaran diarahkan pada pencapaian target lima indikator menguatnya kemampuan pembiayaan pemerintah, yaitu penurunan stok utang, penggunaan utang secara selektif, optimalisasi pemanfaatan hibah dan utang, terwujudnya rasa aman bagi masyarakat, dan citra yang baik bagi Depkeu. Dan keempat, fokus strategi di bidang kekayaan negara diarahkan pada optimalisasi pengelolaan dan penilaian kekayaan negara.

Dalam usianya yang lebih dari enam dasawarsa, Departemen Keuangan masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang belum selesai dikerjakan. Diantara pekerjaan rumah tersebut adalah implementasi anggaran berbasis kinerja. Manfaat dari pelaksanaan anggaran berbasis kinerja adalah untuk mengukur kinerja organisasi berdasarkan perbandingan output yang dihasilkan dan input yang digunakan seperti anggaran dan sumber daya manusia. Tanpa ini semua kita tidak dapat menilai suatu keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi.

Amanat untuk melaksanakan anggaran berbasis kinerja berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Amanat ini sudah berumur empat tahun lebih. Tapi sampai dengan saat ini belum jua dilaksanakan. Sudah sampai manakah persiapannya? Kita ingin mendorong anggaran berbasis kinerja segera dilaksanakan. Sehingga pelaksanaan anggaran lebih transparan dan akuntabel.

Hal yang membanggakan bagi Departemen Keuangan saat ini adalah keberanian untuk melakukan reformasi birokrasi. Ini menjadi kado ulang tahun paling istimewa. Reformasi birokrasi ini diharapkan mampu merubah sistem birokrasi yang selama ini lamban dan penuh red tape menjadi lebih cepat, murah dan tidak ada pungutan liar. Masyarakat sebagai salah satu stakeholder ingin bukti bahwa dengan reformasi birokrasi Departemen Keuangan semua pelayanan menjadi lebih baik dan cepat. Apalagi sekarang para pegawai dan pejabat di lingkungan Departemen Keuangan sudah menikmati paket remunerasi baru.

Ini akan menjadi bukti bahwa selama ini perilaku KKN di lingkungan birokrasi pemerintah disebabkan oleh rendahnya gaji pegawai negeri. Mampukah Departemen Keuangan merubah birokrasinya di usianya yang ke 61 tahun?

Dirgahayu Departemen Keuangan. (AI)





29/10/2007 9:34:41




Liputan


Perubahan Batas Waktu Penyampaian Usulan Standar Biaya Keluaran TA 2018



Upaya DJA Mendukung Tata Kelola Pengawasan Intern



Analisa Anggaran Menuju Research Based Policy



Pemna V : Alokasi Anggaran yang Efektif untuk Sektor Pendidikan



Batas Akhir Revisi Anggaran Penyelesaian Kegiatan yang Ditunda Tahun Anggaran 2016



Semarak Gerakan Literasi APBN di Bulan April 2017



Sosialisasi Dan Worskshop Manajemen Risiko Di Lingkungan DJA Tahun 2017



Change Words, Change World



Kebijakan Pensiun Yang Lebih Baik Untuk PNS



Memperkaya Khasanah Transparansi APBN dalam Open Budget Survey 2017



Menjaga Kesinambungan Fiskal Dan Pembangunan Nasional



Bedah Buku Parenthink Karya Mona Ratuliu



Daulat Rakyat atas APBN Semakin Cepat Melalui Teknologi Informasi



Batas Akhir Revisi Anggaran Usul Penggunaan Dana Keluaran (Output) Cadangan



Konsolidasi Untuk Mewujudkan Zona Integritas






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011