Bahan Paparan PMK Revisi 2019 dapat di-unduh di sini




SERI #12: BELANJA KESEHATAN
NEGARA HADIR BAGI MASA DEPAN BANGSA




"A baby is God’s opinion that life should go on." – Carl Sandburg.

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap bayi yang lahir ke dunia merupakan kehendak Tuhan bagi kesinambungan kehidupan. Dan, bagaimana kualitas kehidupan masa depan akan berlangsung sangat bergantung kepada bayi tersebut tumbuh. Yaitu, sejak masih embrio di dalam rahim ibunya. Dengan demikian, jaminan akan asupan gizi yang cukup dan proporsional menjadi kunci kualitas manusia di masa depan. Oleh karena itu, kehamilan merupakan wujud pentingnya hidup ini dan harus dilindungi dengan segala cara.

Walaupun peran ibu hamil dirasakan sangat strategis bagi masa depan suatu bangsa, WHO mencatat setiap tahun 300.000 wanita meninggal akibat kematian yang seharusnya dapat dicegah selama kehamilan dan persalinan dan 5,1 juta bayi meninggal dunia atau mati di bulan pertama kehidupan mereka. Meskipun ada kemajuan selama dua dekade terakhir, Laporan WHO (2018) menunjukkan bahwa pada tahun 2017, diperkirakan 6,3 juta anak-anak dan remaja meninggal, sebagian besar dari penyebab yang dapat dicegah seperti komplikasi selama kelahiran, pneumonia, diare, sepsis neonatal, dan malaria. Secara global, mayoritas kematian anak dan remaja terjadi pada usia termuda, dengan risiko kematian tertinggi di bulan pertama kehidupan mereka.

Di Indonesia, secara umum angka kematian ibu mengalami penurunan dalam kurun waktu 1991-2015 dari 390 pada tahun 1991 menjadi 305 di tahun 2015. Angka Kematian Ibu (AKI) ini merupakan indikator yang menunjukkan jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup.



Meski data yang ada menunjukkan tren penurunan, pemerintah terus berupaya mempercepat penurunan pada tingkat yang signifikan dan juga dengan pemerataan pelayanan di seluruh wilayah nusantara. Beberapa program pelayanan kesehatan disediakan bagi ibu hamil seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan; pengukuran tekanan darah; pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA); pengukuran tinggi puncak rahim (fundus uteri); penentuan status imunisasi tetanus dan pemberian imunisasi tetanus toksoid difetri (Td) sesuai status imunisasi; pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan; penentuan presentasi janin dan denyut jantung janin; pelaksanaan temu wicara (pemberian komunikasi interpersonal dan konseling, termasuk keluarga berencana); pelayanan tes laboratorium sederhana, minimal tes hemoglobin darah (Hb), pemeriksaan protein urin dan pemeriksaan golongan darah (bila belum pernah dilakukan sebelumnya); dan tatalaksana kasus.

Sementara itu, pemeliharaan kesehatan anak ditujukan untuk mempersiapkan generasi akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian anak. Upaya ini dilakukan sejak janin masih dalam kandungan, dilahirkan, setelah dilahirkan, dan sampai berusia 18 bulan. Dengan demikian, diharapkan mampu menurunkan angka kematian anak. Terdapat tiga indikator terkait angka kematian anak, yaitu Angka Kematian Neonatal (AKN), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA). Data Kemenkes 2018 menunjukkan terjadi penurunan cukup signifikan terhadap ketiga indikator tersebut seperti disajikan pada grafik berikut, di mana hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan AKN sebesar 15 per 1.000 kelahiran hidup, AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup, dan AKABA 32 per 1.000 kelahiran hidup.



Lebih jauh, negara juga hadir melalui program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. Makanan tambahan ibu hamil adalah suplementasi gizi berupa biskuit lapis yang dibuat dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang diberikan kepada ibu hamil dengan kategori Kurang Energi Kronis (KEK) untuk mencukupi kebutuhan gizi. Tiap kemasan primer (3 keping/60 gram) mengandung minimum 270 Kalori, minimum 6 gram protein, minimum 12 gram lemak. Makanan tambahan ibu hamil ini juga diperkaya oleh 11 macam vitamin (A, D E, B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, Asam Folat) dan 7 macam mineral (Besi, Kalsium, Natrium, Seng, Iodium, Fosfor, Selenium).

Selama periode 2015-2018, terjadi peningkatan jumlah ibu hamil yang menerima makan tambahan. Di mana, pada tahun 2015 terdapat sekitar 108 ribu ibu hamil KEK yang menerima total 975 ton makanan tambahan dengan anggaran sebesar Rp60,3 M. Selanjutnya, pada tahun 2016 didistribusikan 4.952, 2 ton makanan tambahan yang diterima oleh lebih 550 ribu ibu hamil KEK dengan alokasi anggaran Rp440,8 M. Di tahun 2017, pemerintah kembali menyalurkan 4.212 ton makanan tambahan yang diterima oleh 780 ribu ibu hamil KEK dan menghabiskan anggaran Rp 413,1 M. Kemudian di tahun 2018, dengan alokasi anggaran Rp 403,3 M berhasil menyediakan 4.140 ton makanan tambahan bagi lebih dari 766 ribu ibu hamil KEK.



Sedangkan, bagi balita usia 6-59 bulan dengan kategori kurus diberikan makanan tambahan berupa suplementasi gizi berupa makanan tambahan dalam bentuk biskuit dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral. Bagi bayi dan anak berumur 6-24 bulan, makanan tambahan ini digunakan bersama Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Tiap kemasan primer (4 keping/40 gram) makanan tambahan balita ini mengandung minimum 160 Kalori, 3,2-4,8gram protein, dan 4-7,2gram lemak. Makanan tambahan balita ini diperkaya dengan 10 macam vitamin (A, D, E, K, B1, B2, B3, B6, B12, Asam Folat) dan 7 macam mineral (Besi, Iodium, Seng, Kalsium, Natrium, Selenium, Fosfor).

Dalam kurun waktu 2015-2018, peningkatan jumlah balita kurus penerima makan tambahan juga terjadi. Pemerintah pada tahun 2015 mengalokasikan anggaran Rp80,5 M untuk memenuhi 1.685 ton makanan tambahan yang dinikmati oleh lebih dari 156 ribu balita kurus. Selanjutnya, pada tahun 2016 didistribusikan 5.554, 6 ton makanan tambahan yang diterima oleh lebih 514 ribu balita kurus dengan alokasi anggaran Rp468,4 M. Di tahun 2017, pemerintah kembali menyalurkan 5.994 ton makanan tambahan yang diterima oleh 555 ribu ibu hamil KEK dan menghabiskan anggaran Rp 515,5 M. Kemudian di tahun 2018, dengan alokasi anggaran Rp 505,8 M berhasil menyediakan lebih 6.619 ton makanan tambahan bagi lebih dari 612 ribu balita kurus. Kehadiran negara melalui program-program kesehatan ibu dan anak ini terus berlanjut seiring dengan rencana pembangunan nasional ke depan yang akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Upaya mempersiapkan generasi masa depan Indonesia yang dilakukan sejak dini ini diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berkelas serta mampu memenangkan persaingan global masa depan.

#UangKita
#BelanjaUangKita
#BelanjaKesehatan
#APBNSehat
#WBKDJA
Penulis:
Ahmad Irsan A. Moeis dan Arief Yusriyanto

Editor:
Markus Haposan, Tiara Putri

Sumber Data:
Direktorat Jenderal Anggaran, Kemenkeu
Kementerian Kesehatan

Sumber Foto:
Kementerian Kesehatan



17/06/2019 13:45:03




Liputan


DATE WITH DATA



Realisasi Semester I APBN 2019: Kinerja Positif didukung kondisi Ekonomi makro yang stabil



BIMTEK K/L PUSAT BIDANG PEREKONOMIAN DAN KEMARITIMAN



Seri #13: Keterbukaan Informasi Mendorong Partisipasi Publik



BLC EVALUASI KINERJA ANGGARAN K/L



SISTEM MONITORING DAN EVALUASI KINERJA TERPADU KEMENTERIAN KEUANGAN



OLIMPIADE APBN 2019, GENERASI MUDA PEDULI #UangKita



Seri #11: Membangun Infrastruktur dengan Inovasi Pengolahan Limbah Plastik



TINJAUAN VALUE FOR MONEY PADA K/L BIDANG PENDIDIKAN



SERI #10: BELANJA INDUSTRI 4.0
IMPLEMENTASI MAKING INDONESIA 4.0



KAVELING ANGGARAN AMANAT UNDANG-UNDANG



SERI #9: BELANJA PENDIDIKAN
NEGARA HADIR MENCERDASKAN ANAK NEGERI



TRAINING OF TRAINER PENGELOLAAN PNBP SDA NON MIGAS



BLC STANDAR BIAYA UNTUK MENDUKUNG EFIKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGANGGARAN



SERI #8: BELANJA PERUBAHAN IKLIM
PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA)






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN
Gedung Sutikno Slamet Jalan DR. Wahidin Nomor 1 Jakarta 10710 Kotak Pos 2435 telepon 021-3868085 Whatsapp: +628118300931 email: pusatlayanan.dja@kemenkeu.go.id
Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru




Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011