Bahan Paparan PMK Revisi 2019 dapat di-unduh di sini




SERI #7: BELANJA KETAHANAN PANGAN
PASAR IKAN MODERN




Latar Belakang

Berbicara mengenai pasar ikan modern tidak lepas dari pasar ikan Tsukiji Jepang. Pasar ikan Tsukiji merupakan pasar ikan terbesar di dunia dengan fasilitas yang lengkap dan nilai transaksi yang besar. Pasar ikan Tsukiji telah menjadi rujukan pengelolaan pasar ikan di seluruh dunia dan menjadi ikon pasar ikan terintegrasi. Tsukiji juga terkenal dengan pelelangan ikannya, khususnya ikan tuna yang terbesar di dunia, meskipun saat ini Pemerintah Jepang telah memindahkan aktivitas sentra perdagangan ikan dari Tsukiji ke Pasar Toyosu, Tokyo.

Tsukiji Fish Market tak hanya sekedar pasar, tetapi juga tempat yang menarik untuk dikunjungi terutama turis asing. Apabila kita berkunjung ke pasar ini, banyak aktivitas yang bisa kita lihat, mulai dari jual beli grosir hasil laut, pertanian, hingga hadirnya kuliner olahan seafood. Di pasar tersebut juga terdapat berbagai restoran yang menyediakan menu berbahan ikan segar dan berkualitas yang diambil langsung dari pasar. Salah satu komoditas yang terkenal dilelang di Tsukiji adalah ikan tuna sirip biru yang bisa tembus milyaran rupiah.

Terinspirasi dengan "Tsukiji Fish Market" dan atas arahan Presiden Ri yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan program prioritas nasional Pasar Ikan Modern salah satunya di Muara Baru, Jakarta. Pemilihan lokasi di Muara Baru merupakan sentra bisnis perikanan nasional yang sangat strategis.

Dalam rangka peningkatan konsumsi masyarakat Indonesia terhadap ikan yang memiliki gizi tinggi sehingga dapat mencerdaskan bangsa serta peningkatan perekonomian, produktivitas dan nilai tambah produk perikanan, pengembangan sentra bisnis kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan program pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM). PIM yang akan dibangun mengusung konsep higienis dan modern "one stop shopping" aneka produk perikanan.

PIM menawarkan terobosan pasar ikan modern yang bersih, nyaman, tidak becek dan tidak bau, sekaligus menjadi salah satu tempat tujuan wisata. Dengan adanya PIM yang higienis dan modern, diharapkan mampu mengubah paradigma selama ini bahwa pasar ikan yang kumuh, becek, tidak nyaman, dan bau. PIM akan menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi penjual, pembeli, pecinta seafood, dan masyarakat sekitar pasar. Dengan adanya PIM diharapkan akan meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi pasar dan membeli ikan sehingga dapat meningkatkan konsumsi ikan nasional.

Pasar Ikan Modern Muara Baru Jakarta

Salah satu PIM yang telah dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah PIM Muara Baru Jakarta. PIM Muara Baru Jakarta merupakan pelaksanaan kegiatan prioritas sebagaimana amanat Instruksi Presiden No. 7 tahun 2016 tentang Percepatan Industri Perikanan Nasional serta Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

PIM dibangun di atas lahan sekitar 4,15 Ha terdiri dari 3 lantai dengan luas bangunan sekitar 2 Ha. Fasilitas di PIM Muara Baru terdiri dari: lapak ikan basah sebanyak 896 unit, kios maritim 155 unit, foodcourt 8 unit, cilling room kapasitas 30 ton, Ice Flake Machine (IFM) kapasitas 20 ton, tempat loading unloading, ruang pengepakan, ruang penghancur styrofoam, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta fasilitas penunjang berupa ruang pengelola, ruang pertemuan, perbankan dan masjid. Dengan adanya fasilitas yang lengkap tersebut, diharapkan omzet perdagangan menjadi meningkat serta menghasilkan produk perikanan yang berkualitas tinggi, aman, dan kompetitif.

Tujuan pembangunan PIM adalah:
  1. Meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya;
  2. Menyediakan tempat jual-beli yang nyaman, bersih dan memenuhi standar sanitasi dan higienis;
  3. Menyediakan ikan yang bermutu, aman dikonsumsi, kontinyu, beragam dan terjangkau;
  4. Mengembangkan sentra bisnis perikanan dan industri pendukungnya;
  5. Mengembangkan tempat promosi dan edukasi; serta
  6. Sebagai destinasi wisata sektor kelautan dan perikanan di Jakarta yang dapat menarik wisatawan dalam dan luar negeri.

KUSUKA (Kartu Pelaku Kelautan dan Perikanan)

Selain fasilitas yang lengkap, pedagang atau pelaku usaha yang melaksanakan aktivitas di PIM juga akan dibekali dengan kartu KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan). Kartu ini berfungsi sebagai :
  1. Identitas profesi pelaku usaha kelautan dan perikana,
  2. Basis data untuk memudahkan perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan,
  3. Pelayanan dan pembinaan pelaku usaha kelautan dan perikanan,
  4. Sarana untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program kementerian.



KUSUKA merupakan bagian dari program perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha, percepatan pelayanan, peningkatan kesejahteraan serta menciptakan efektivitas dan efisiensi program Pemerintah dan pendataan kepada pelaku usaha agar tepat sasaran. Sampai saat ini sudah diserahkan kartu KUSUKA kepada 231 pedagang ikan dari 397 pedagang PIM Muara Baru yang telah terdaftar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Berapa uang APBN yang digunakan dalam program tersebut dan bagaimana capaian keberhasilannya?

Pembangunan PIM Muara Baru dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak selama 2 tahun, dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2018. Anggaran untuk program tersebut dialokasikan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan selama kurun waktu 2017 s.d. 2018 adalah sebesar Rp169,9 miliar.

IM Muara Baru telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 3 Maret 2019, dan akan dijadikan contoh pembangunan pasar ikan modern di tempat lain. PIM Muara Baru ini dapat menjadi sentra perikanan nasional yang strategis mengingat banyaknya ikan yang diperjualbelikan di pasar existing Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Muara Baru.

Dampak ekonomi dengan dibangunnya Pasar Ikan Modern dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan para pelaku usaha. Dari sisi masyarakat akan lebih mudah mendapatkan ikan dalam negeri dengan jenis beragam dan kualitas yang baik, dapat dipertanggungjawabkan ketelusurannya, serta harga yang terjangkau sehingga terjadi peningkatan konsumsi ikan masyarakat. Saat ini pasar ikan muara baru yang beroperasi mencatat transaksi sebesar kurang lebih Rp. 10 milyar/hari, dengan jumlah ikan yang diperdagangkan rata-rata sebanyak 400 ton/hari dengan melibatkan tenaga kerja mencapai 3.400 orang.

Kesimpulan

Berdasarkan gambaran tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa uang APBN yang dibelanjakan untuk pembangunan PIM ini mampu memberikan nilai tambah yang positif bagi masyarakat khususnya bagi nelayan dan diharapkan dapat berkontribusi positif bagi pemenuhan pangan nasional melalui peningkatan produksi ikan.

#UangKita
#BelanjaUangKita
#BelanjaKetahananPangan
#WBKDJA

Penulis:
Arief Setyo Budi dan Widi Sulistiono

Sumber data:
DJA, Kementerian Keuangan
Ditjen PDSPKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan

Foto:
Ditjen PDSPKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan

Video:
Kementerian Kelautan dan Perikanan



29/04/2019 13:13:47




Liputan


PEMANDANGAN UMUM RUU APBN TA 2020 BESERTA NOTA KEUANGAN



SINERGI TINGKATKAN KUALITAS LAYANAN



PENYAMPAIAN NOTA KEUANGAN DAN RUU APBN 2020



WORKSHOP PEMBANGUNAN ZI MENUJU WBK/WBBM TAHUN 2019



DJA MENYAPA SMA N 17 MAKASSAR



PENGUMUMAN PESERTA TES ONLINE TAHAP 2 OLIMPIADE APBN 2019



DIT. EKONTIM RAIH PREDIKAT MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI



DATE WITH DATA: All You Need is Data



Realisasi Semester I APBN 2019: Kinerja Positif didukung kondisi Ekonomi makro yang stabil



SERI #14: BELANJA INFRASTRUKTUR
TEKNOLOGI JEMBATAN GANTUNG JUDESA



DATE WITH DATA



Realisasi Semester I APBN 2019: Kinerja Positif didukung kondisi Ekonomi makro yang stabil



BIMTEK K/L PUSAT BIDANG PEREKONOMIAN DAN KEMARITIMAN



Seri #13: Keterbukaan Informasi Mendorong Partisipasi Publik



BLC EVALUASI KINERJA ANGGARAN K/L






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN
Gedung Sutikno Slamet Jalan DR. Wahidin Nomor 1 Jakarta 10710 Kotak Pos 2435 telepon 021-3868085 Whatsapp: +628118300931 email: pusatlayanan.dja@kemenkeu.go.id
Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru




Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011