Bahan Paparan PMK Revisi 2019 dapat di-unduh di sini




SERI #3: JEMBATAN KEREN DARI ACEH SAMPAI PAPUA




Dari Sabang sampai Merauke, Berjajar pulau-pulau..
Sambung menyambung menjadi satu, Itulah Indonesia..

Lirik lagu nasional Dari Sabang Sampai Merauke gubahan R Surarjo ini tentu sangat familiar di telinga #sobatanggaran. Lagu tersebut menggambarkan luas dan besarnya Indonesia kita, sekaligus menunjukkan konsep nasionalisme kita. Inspirasi yang dibawakan lagu tersebut juga menjadi salah satu spirit Direktorat Jenderal Anggaran aka DJA dalam mempersiapkan dan menyusun APBN. Dengan visi "Memacu pengelolaan APBN yang berkualitas untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan", DJA bertekad untuk menyusun #anggaran yang berkeadilan bagi segenap wilayah Indonesia dan tidak terkonsentrasi di salah satu wilayah tertentu. Gambaran yang mudah dilihat adalah sebaran #anggaran infrastruktur yang membentang ke seluruh penjuru nusantara, misalnya pembangunan jembatan/flyover yang secara fisik menyambungkan dua wilayah.

  1. Flyover Simpang Surabaya dan jembatan gantung di Aceh
    Di ujung barat Indonesia, APBN digunakan untuk membangun sejumlah jembatan di Provinsi Aceh, di antaranya adalah jembatan flyover Simpang Surabaya dan 9 (Sembilan) jembatan gantung. Iya benar nama fly over-nya Simpang Surabaya, bukan Simpang Banda Aceh, #sobatanggaran tidak salah baca. Ya mirip lah dengan kue Bika Ambon yang aslinya dari Medan #eh.
    Jembatan-jembatan tersebut selain berfungsi untuk meningkatkan konektivitas dan kelancaran lalu lintas, juga bermanfaat sebagai spot yang keren untuk berfoto karena merupakan menjadi icon kebanggaan daerah setempat. Sobat anggaran belum percaya? Coba lihat foto keren flyover Simpang Surabaya ini yang diambil oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh.


    Selain keren, Flyover Simpang Surabaya yang baru diresmikan akhir tahun lalu juga termasuk sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional lho. flyover ini memiliki manfaat strategis bagi masyarakat dan perekonomian Banda Aceh. Sebagaimana dikutip dari Antaranews, seorang warga menyatakan bahwa sebelum dibangun flyover tersebut, kemacetan parah mencapai satu kilometer dan ditambah pemberhentian lampu lalu lintas 3-4 kali, tetapi sekarang perjalanan lalu lintas menjadi lancar. Pernyataan warga dimaksud diamini oleh Direktur Jenderal Bina Marga, bahwa secara teknis rasio kepadatan lalu lintas berkurang signifikan dari 0,7 (sangat padat) menjadi 0,3 (lancar) dan secara ekonomis terjadi penurunan waktu tempuh dan biaya operasional transportasi warga sekitar.
    Di sisi lain, APBN juga mendukung aksesibilitas di kawasan pedesaan melalui pembangunan tiga jembatan gantung di tahun 2018, yaitu Jembatan Gantung Pante Kala (60 meter) di Kabupaten Aceh Barat Daya, Jembatan Tanjong Dalam (72 meter) di Kabupaten Aceh Utara, dan Jembatan Gunung Setan (72 meter) di Kabupaten Aceh Utara. Juga, pembangunan enam jembatan gantung akan dilanjutkan melalui APBN tahun 2019, yakni Jembatan Gantung Geunie (42 meter) di Kabupaten Pidie Jaya, Jembatan Alur Ngang (60 meter) di Kabupaten Gayo Lues, Blang Panu (120 meter), Jembatan Keude Trumon (90 meter) di Kabupaten Aceh Selatan, Jembatan Blang Brandeuh (90 meter) di Kabupaten Nagan Raya, dan Jembatan Siron (120 meter) di Kabupaten Aceh Besar. Diharapkan dengan dibangunnya jembatan gantung akan memperlancar mobilitas dan memangkas waktu tempuh antar desa yang sebelumnya harus memutar jauh akibat dipisahkan oleh kondisi geografis Indonesia, misalnya jurang, lembah dan tebing.

  2. Jembatan Holtekamp di Papua
    Jembatan lain yang tak kalah keren yang sedang dibangun dengan #anggarankita (APBN) adalah Jembatan Holtekamp di Jayapura Provinsi Papua. Kita diskusikan bareng yuk #sobatanggaran. Kurang keren gimana lagi sob, Jembatan Holtekamp panjangnya 732 meter (biar mudah ngebayangin kurang lebih 7x dari panjang lapangan sepak bola) dan udah gitu dibangun di atas Teluk Youtefa (iya betul, sebagian besar di atas laut). Lebih istimewa lagi bentangan lengkung dan material baja buatan asli anak bangsa dari PT. PAL Indonesia. Begini nih penampakan kokohnya jembatan tersebut yang akan segera diresmikan (hasil jepretan dari mitra Kementerian PUPR).




    Gimana keren kan #sobatanggaran? Tidak salah Jembatan Holtekamp tersebut menjadi landmark baru Kota Jayapura. Terlebih jembatan tersebut juga akan mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Kota Jayapura ke Pos Lintas Batas Negara Skow dari semula 2,5 jam menjadi satu jam. Dibangunnya Jembatan Holtekamp juga diharapkan dapat membuka pusat perekonomian baru di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Selain itu, tentu masyarakat Indonesia di kawasan perbatasan akan bertambah rasa bangga dan cintanya kepada NKRI karena perbatasan ibaratnya adalah teras terdepan negara yang sudah memiliki infrastruktur keren dan tidak kalah dengan negara tetangga terdekat. Jadi, APBN kita keren kan #sobatanggaran?

#UangKita
#BelanjaUangKita
#APBNSehat
#WBKDJA
#BelanjaInfrastuktur
Penulis:
Wahyu Indrawan

Sumber data:
Diolah dari data-data Kementerian Keuangan
PU-net, laman utama Kementerian PUPR, www.pu.go.id
https://www.antaranews.com/berita/778367/warga-banda-aceh-nilai-positif-jalan-layang-simpang-surabaya-underpass-beurawe



01/04/2019 17:10:57




Liputan


SERI #10: BELANJA INDUSTRI 4.0
IMPLEMENTASI MAKING INDONESIA 4.0



KAVELING ANGGARAN AMANAT UNDANG-UNDANG



SERI #9: BELANJA PENDIDIKAN
NEGARA HADIR MENCERDASKAN ANAK NEGERI



TRAINING OF TRAINER PENGELOLAAN PNBP SDA NON MIGAS



BLC STANDAR BIAYA UNTUK MENDUKUNG EFIKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGANGGARAN



SERI #8: BELANJA PERUBAHAN IKLIM
PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA)



PEMNA B-CoP SEOUL MEETING



SERI #7: BELANJA KETAHANAN PANGAN
PASAR IKAN MODERN



OPTIMALISASI PENGANGGARAN SATKER DAERAH



FORUM APRESIASI OPEN DATA DAY GLOBAL WINNER 2019



SERI #5: PEMBANGUNAN KUALITAS SDM MELALUI VOKASI



SERI #4: PROGRAM KELUARGA HARAPAN UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN



BUDGET GOES TO CAMPUS INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR



DATAQUEST FOR BETTER BUDGET



TINGKATKAN PEMAHAMAN ANGGARAN MELALUI BIMTEK SEKTORAL






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN
Gedung Sutikno Slamet Jalan DR. Wahidin Nomor 1 Jakarta 10710 Kotak Pos 2435 telepon 021-3868085 email: pusatlayanan.dja@kemenkeu.go.id
Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru




Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011