Bahan Internalisasi Penelaahan Pada Level Detil dan Penyusunan PM pada Tahap Alokasi Anggaran, dapat di-unduh di sini




BGTC 2018 : APBN Untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing




Jakarta - Dalam rangka edukasi APBN berkelanjutan, pada hari Rabu (11/7) diselenggarakan Budget Goes to Campus (BGTC) 2018. Kegiatan BGTC kali ini diselenggarakan di Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Sekitar 800 peserta yang mengikuti BGTC ini adalah mahasiswa D1, D3, dan D4 STAN.

Direktur PKN STAN Rahmadi Murwanto membuka acara yang diselenggarakan di Gedung G Kampus PKN STAN ini. Dalam sambutannya, Rahmadi mengajak seluruh peserta untuk memahami kerangka logia berpikir tentang bagaimana pengalokasian anggaran itu dapat mendorong investasi dan daya saing. Hal ini sesuai dengan tema BGTC kali ini yaitu “APBN untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing”.

“Banyak hal yang tidak diajarkan di kelas. Perlu dipahami kerangka logika berpikirnya seperti apa. Bagaimana pengalokasian anggaran itu dilakukan agar niat untuk mendorong investasi dan daya saing itu dapat dicapai”, pesannya kepada peserta BGTC.

Mengawali sesi paparan, Kasubdit Data dan Dukungan Teknis Penyusunan APBN Wawan Sunarjo menyampaikan fungsi APBN, siklus penyusunan APBN, serta perubahan format dan struktur APBN.


Pada sesi selanjutnya, Kasubdit Analisis Ekonomi Makro dan Pendapatan Negara Kurnia Chairi mnyampaikan materi mengenai Asumsi Dasar Ekonomi Makro sebagai indikator utama sebagai acuan dalam penyusunan besaran APBN. Pergerakan Asumsi Dasar Ekonomi Makro akan mempengaruhi komponen Posstur APBN lainnya.

Kepala Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Barang dan Modal Evi Subardi melanjutkan paparan berikutnya. Evi memaparkan mengenai kebutuhan pembiayaan infrastruktur 2015 – 2019 terutama terkait dengan investasi publik dan sumber pembiayaannya. Evi juga menjelaskan mengenai gambaran umum kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha dalam menyediakan infrastruktur untuk kepentingan umum.

Pemaparan selanjutnya oleh Kepala Seksi Penyusunan Anggaran Transfer ke Daerah I Rice Krisnawati. Rice menyampaikan paparan mengenai alokasi tansfer ke daerah dan Dana Desa pada APBN 2018. Rice menjelaskan tujuan alokasi transfer ke daerah dan dana desa diantaranya fokus untuk meningkatkan kualitas layanan publik di daerah, menciptakan ksempatan kerja, mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan antardaerah.

Paparan terakhir disampaikan oleh Kepala Seksi Penyusunan Pembiayaan Non Utang Aksa Nugraha. Aksa memaparkan mengenai pembiayaan dalam APBN, mengapa pembiayaan itu dibutuhkan dan mekanisme pembiayaan yang digunakan. (cys)



12/07/2018 11:49:52




Liputan


Reformasi Program Pensiun PNS



Tingkatkan Pemahaman Mitra Kerja melalui Bimbingan Teknis Sektoral



Kenali, Hindari, dan Laporkan



Dirjen Anggaran Tegaskan Peran APIP Dalam Pengawasan Pengelolaan PNBP



Evaluasi Kinerja Anggaran Untuk Memperbaiki Kinerja dan Alokasi Menuju Efisiensi



UU PNBP : Optimalisasi, Penyederhanaan, dan Tata Kelola



Sosialisasi Kebijakan Penganggaran dan Aplikasi SATUANGGARAN



UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 2018 TENTANG PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK



Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi



Jawaban Pemerintah Atas Pemandangan Fraksi-Fraksi Terhadap NK dan RAPBN 2019



Infografis: APBN untuk Asian Games XVIII



Aplikasi Satu DJA, Integrasi Seluruh Aplikasi DJA



Pemandangan Umum RUU APBN TA 2019 Beserta NK



Nota Keuangan dan RAPBN 2019



Sampaikan Untuk Perbaikan






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011