Bahan Workshop Penyesuaian Angka Dasar TA 2019 dalam rangka Penyusunan Pagu Indikatif TA 2019 dapat di-unduh di sini




Sinergi Pengalokasian Anggaran Pusat (Dekon/TP) dan DAK




Jakarta - Pada hari Kamis (28/9), Ditjen Anggaran melaksanakan Bimbingan Teknis Satker Pusat Kementerian/Lembaga (K/L) dalam Sinergi Pengalokasian Anggaran Dekonsentrasi/Tugas Pembantu dan Anggaran Transfer ke Daerah (DAK). Kegiatan yang diselenggarakan di Aula DJA ini bertujuan untuk melaksanakan kebijakan belanja negara TA 2018 yang berupa sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, meningkatkan kualitas belanja melalui sinkronisasi kegiatan K/L pusat dan daerah untuk menghindari terjadinya duplikasi sehingga lebih efektif dan efisien, dan sebagai kegiatan awal untuk mencari format terbaik dalam pelaksanaan sinkronisasi alokasi penganggaran K/L dengan anggaran daerah khususnya DAK.


Direktur Dana Perimbangan, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Putut Hari Satyaka selaku narasumber pertama menyajikan paparan mengenai bagaimana sinkronisasi anggaran pusat dan daerah, khususnya terkait kebutuhan dari daerah yang dapat didukung oleh anggaran K/L.

Putut menyampaikan bahwa sinkronisasi anggaran pusat dan daerah menjadi krusial agar tidak terjadi tumpang tindih yang membuat inefisiensi penganggaran.

"Ini menjadi krusial karena kita tahu bahwa anggaran pusat dan daerah ini sekarang sama besarnya, bahkan tahun ini sedikit lebih besar di anggaran transfer ke daerah. Kalau sampai terjadi tumpang tindih, sebenarnya ada inefisiensi yang kita lakukan. Makanya sinergi penganggaran pusat dan daerah ini menjadi sangat esensial", urainya.

Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Anandy Wati menyajikan paparan mengenai bagaimana alokasi anggaran belanja K/L dapat bersinergi dan saling mendukung untuk pencapaian output pembangunan dengan bersinergi pada alokasi transfer daerah (DAK).

Anandy menyampaikan bahwa sinergi dalam penganggaran ini penting agar proper. Oleh karena itu akan dilakukan koreksi berkelanjutan untuk anggaran-anggaran berikutnya.

"Pada saat nanti melakukan reviu anggaran K/L itu, kita harus bersinergi dengan perimbangan, K/L, dan Bappenas untuk menempatkan agar proper, sehingga akan kita koreksi untuk anggaran-anggaran berikutnya. Kita harus memotret sinergi yang akan dilakukan di pusat seperti apa, apakah sesuai tugas dan fungsi K/L, bagaimana penganggaran berbasis kinerja, sehingga banyakk rul-rule yang harus kita sandingkan", ungkapnya. (cys)


28/09/2017 19:24:36




Liputan


Menata Asa di Olimpiade APBN



#InovasiDJATiadaHenti



BGTC 2018 : APBN Untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing



Edukasi APBN 2018



FGD Sinergi Perencanaan dan Penganggaran



DJA Serahkan Bingkisan Idul Fitri 1439H



Peningkatan Pengawasan PNBP



Perubahan PMK Nomor 49/PMK.02/2017 tentang SBM TA 2018



Esensi Pengaturan Dalam PMK NOMOR 190/PMK.02/2017



Peran Aktif DJA pada 2018 PEMNA Plenary Conference -Cambodia



Forum DJA Bersama Mitra Kerja Dalam Rangka Perbaikan Layanan DJA



Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK Dan WBBM



Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Belanja Infrastruktur



SINERGI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGANGGARAN SATKER



Sosialisasi Jabatan Fungsional Analis Anggaran






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011