Sosialisasi Pokok-Pokok Perbaikan Tata Cara Revisi Anggaran TA 2018




Sinergi Pengalokasian Anggaran Pusat (Dekon/TP) dan DAK




Jakarta - Pada hari Kamis (28/9), Ditjen Anggaran melaksanakan Bimbingan Teknis Satker Pusat Kementerian/Lembaga (K/L) dalam Sinergi Pengalokasian Anggaran Dekonsentrasi/Tugas Pembantu dan Anggaran Transfer ke Daerah (DAK). Kegiatan yang diselenggarakan di Aula DJA ini bertujuan untuk melaksanakan kebijakan belanja negara TA 2018 yang berupa sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, meningkatkan kualitas belanja melalui sinkronisasi kegiatan K/L pusat dan daerah untuk menghindari terjadinya duplikasi sehingga lebih efektif dan efisien, dan sebagai kegiatan awal untuk mencari format terbaik dalam pelaksanaan sinkronisasi alokasi penganggaran K/L dengan anggaran daerah khususnya DAK.


Direktur Dana Perimbangan, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Putut Hari Satyaka selaku narasumber pertama menyajikan paparan mengenai bagaimana sinkronisasi anggaran pusat dan daerah, khususnya terkait kebutuhan dari daerah yang dapat didukung oleh anggaran K/L.

Putut menyampaikan bahwa sinkronisasi anggaran pusat dan daerah menjadi krusial agar tidak terjadi tumpang tindih yang membuat inefisiensi penganggaran.

"Ini menjadi krusial karena kita tahu bahwa anggaran pusat dan daerah ini sekarang sama besarnya, bahkan tahun ini sedikit lebih besar di anggaran transfer ke daerah. Kalau sampai terjadi tumpang tindih, sebenarnya ada inefisiensi yang kita lakukan. Makanya sinergi penganggaran pusat dan daerah ini menjadi sangat esensial", urainya.

Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Anandy Wati menyajikan paparan mengenai bagaimana alokasi anggaran belanja K/L dapat bersinergi dan saling mendukung untuk pencapaian output pembangunan dengan bersinergi pada alokasi transfer daerah (DAK).

Anandy menyampaikan bahwa sinergi dalam penganggaran ini penting agar proper. Oleh karena itu akan dilakukan koreksi berkelanjutan untuk anggaran-anggaran berikutnya.

"Pada saat nanti melakukan reviu anggaran K/L itu, kita harus bersinergi dengan perimbangan, K/L, dan Bappenas untuk menempatkan agar proper, sehingga akan kita koreksi untuk anggaran-anggaran berikutnya. Kita harus memotret sinergi yang akan dilakukan di pusat seperti apa, apakah sesuai tugas dan fungsi K/L, bagaimana penganggaran berbasis kinerja, sehingga banyakk rul-rule yang harus kita sandingkan", ungkapnya. (cys)


28/09/2017 19:24:36




Liputan


Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2017



Evaluasi Pelaksanaan Tugas DJA 2017 dan Penyerahan Penghargaan Kepada Pegawai DJA



Perspektif Faisal Basri atas Perkonomian Indonesia



Penyerahan Dokumen DIPA tahun 2018



PNBP AWARDS TAHUN 2017



Upaya Meningkatkan Kualitas Belanja Bidang Pendidikan



Tiga Dirjennya Bersinergi, Sri Mulyani : "Spektakuler !"



Sekilas Tentang Analisis Kebijakan Belanja Publik/Negara



Kemenkeu Menjawab Salah Info Soal RUU PNBP



Upaya DJA Mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi



SMK Sangkuriang I Cimahi Pelajari Pengelolaan Anggaran Negara



Kerja Bersama Mewujudkan Penganggaran yang Efisien dan Efektif



STIMIK ESQ Perdalam Pemahaman Pengelolaan Keuangan Negara



Sosialisasi Implementasi Segmen Akun Baru Dalam BAS



Budget Goes To Campus PKN STAN






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011