Sosialisasi Pokok-Pokok Perbaikan Tata Cara Revisi Anggaran TA 2018




Kebijakan Pensiun Yang Lebih Baik Untuk PNS






Jakarta - “Sekarang ini tantangan kita adalah bagaimana menaikkan pensiun agar bisa lebih baik jika dibandingkan pensiunan sebelumnya. Banyak pihak yang bisa berkontribusi mengenai perbaikan kebijakan ini”, ujar Direktur Jenderal Anggaran Askolani dalam sambutannya membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kebijakan/Regulasi Program Pensiun Bagi Pegawai Negeri Sipil. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula DJA lantai 20 pada hari Selasa (11/4) ini dihadiri perwakilan dari Kemenkeu, Kemen PAN, Taspen, BPJS, dan institusi lain.

Untuk menyusun kebijakan/regulasi program pensiun PNS ini diperlukan kajian mengenai konsep yang akan digunakan dalam pengelolaan dana pensiun yang komprehensif, solid, dan melibatkan semua pihak yang berkompeten. Dua kajian yang disiapkan adalah kajian konsep jangka pendek (quickwin) dan kajian untuk kebijakan jangka panjang. Kajian konsep jangka pendek ditargetkan untuk bisa diselesaikan pada tahun 2017. Untuk kajian konsep jangka panjang, akan dikaji beban APBN sampai dengan tahun 2040 terkait beban belanja pegawai, belanja pensiun untuk memastikan kemampuan APBN hingga tahun 2040/2050. Hal ini sangat ditentukan oleh kebijakan fiskal sampai 20/30 tahun ke depan.

Untuk memperkaya kajian mengenai dana pensiun, pada kesempatan ini Direktur Keuangan PT Taspen Tri Lestari memaparkan praktik penyelenggaraan pembayaran pensiun PNS saat ini dan tantangan yang dihadapi, Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS Ketenagakerjaan Sumarjono menyajikan Sistim Jaminan Sosial Nasional Jaminan Pensiun. Sebagai benchmark penyelenggaraan pensiun bagi civil servant di negara lain, Senior Adviser of Government Partnership Fund, Anita Haider memaparkan skema program pensiun untuk pegawai pemerintah Australia. Asisten Deputi Kesejahteraan Aparatur Kementerian PAN & RB, Ir. Salman Sijabat menyajikan kebijakan pensiun masa depan.

“Intinya adalah kita coba me-manage PNS ini bahwa uang itu tidak dihabiskan untuk konsumtif, tetapi kita sisihkan untuk pensiuan sehingga kita mempunyai dana yang cukup signifikan dan dimanfaatkan bagi pegawai pensiun dengan penghasilan yang jauh lebih baik”, ungkap Askolani. (cys)


11/04/2017 12:43:29




Liputan


Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2017



Evaluasi Pelaksanaan Tugas DJA 2017 dan Penyerahan Penghargaan Kepada Pegawai DJA



Perspektif Faisal Basri atas Perkonomian Indonesia



Penyerahan Dokumen DIPA tahun 2018



PNBP AWARDS TAHUN 2017



Upaya Meningkatkan Kualitas Belanja Bidang Pendidikan



Tiga Dirjennya Bersinergi, Sri Mulyani : "Spektakuler !"



Sekilas Tentang Analisis Kebijakan Belanja Publik/Negara



Kemenkeu Menjawab Salah Info Soal RUU PNBP



Upaya DJA Mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi



SMK Sangkuriang I Cimahi Pelajari Pengelolaan Anggaran Negara



Kerja Bersama Mewujudkan Penganggaran yang Efisien dan Efektif



STIMIK ESQ Perdalam Pemahaman Pengelolaan Keuangan Negara



Sosialisasi Implementasi Segmen Akun Baru Dalam BAS



Budget Goes To Campus PKN STAN






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011